Kesalahan Umum Pemain Baru dalam Bermain Apex Legends
Kesalahan Umum Pemain Baru dalam Bermain Apex Legends. Season 27 yang baru bergulir membawa perubahan besar seperti rework Olympus dan peningkatan mobilitas, membuat permainan battle royale ini semakin dinamis tapi juga menantang bagi pemain baru. Banyak pemula mati dini karena kesalahan dasar yang bisa dihindari, seperti kurang latihan atau positioning buruk. Dengan lebih dari 27 karakter unik dan meta yang reward timwork, pemula sering frustasi di lobi publik atau ranked awal. Artikel ini bahas kesalahan umum yang sering dilakukan pemain baru, berdasarkan pengamatan komunitas terkini, agar kamu bisa bertahan lebih lama, naik rank dari Rookie ke Silver, dan mulai nikmati kompetisi sesungguhnya. BERITA VOLI
Kesalahan Drop di Hot Zone demi Loot Bagus: Kesalahan Umum Pemain Baru dalam Bermain Apex Legends
Pemain baru sering tergoda mendarat di area ramai seperti pusat POI di Olympus rework, berharap dapat senjata purple atau gold cepat. Akibatnya, tim wipe dalam 30 detik karena third party dari squad lain. Di season ini, loot lebih merata berkat penyesuaian drop ship, jadi pilih landing aman di pinggir map untuk loot dasar seperti R-99 atau Flatline plus pelindung. Prioritaskan survival daripada greed – loot efisien, ambil attachment straight upgrade (grey ke blue), dan granat minimal dua. Ini hindari kematian dini dan beri waktu adaptasi map baru dengan tunnel serta building tambahan.
Mengabaikan Audio dan Positioning Dasar: Kesalahan Umum Pemain Baru dalam Bermain Apex Legends
Suara adalah senjata utama yang diabaikan pemula: langkah kaki keempat, reload jauh, atau drone musuh sering terlewat, bikin mudah di-flank. Selalu pakai headphone, aktifkan audio 3D, dan positioning: jangan sprint terbuka, pakai cover saat rotasi, dan high ground untuk tembakan aman. Di Olympus Rising, verticality baru reward climb pintar via mantle boost, tapi pemula sering stuck low ground. Hindari blind push – tunggu info dari recon scan atau ping tim. Kesalahan ini cost match karena lawan dengar kamu duluan, terutama di mid-game saat ring pull cepat.
Langsung Masuk Ranked Tanpa Kuasai Dasar
Setelah tutorial, banyak yang lompat ke ranked untuk flex badge, tapi matchmaking pair berdasarkan MMR tertinggi tim, bikin lawan pro dan penalti berat saat wipe. Season 27 ubah RP lebih reward placement top 5, tapi pemula kalah gunplay dasar seperti recoil control (latih di Firing Range) atau movement (strafing, slide jump). Main pubs, Mixtape, atau Bot Royale dulu untuk 50-100 jam: kuasai 2-3 karakter mudah seperti Bangalore smoke untuk cover atau Lifeline drone heal. Jangan switch legend terus – main satu sampai hafal ability, baru eksperimen.
Bermain Solo Queue Tanpa Komunikasi Tim
Apex tim-based, tapi pemula solo queue dan abaikan ping: tidak mark musuh, loot butuh, atau rotasi ring. Hasilnya, tim tercerai-berai dan mudah dihajar. Pakai ping contextual (enemy here, need shield, following) – ini comms non-verbal yang krusial di random squad. Hindari lone wolf push; ikut tim, combo ability seperti smoke + revive. Cari duo/trio via Discord untuk latihan, karena season ini sustain panjang via perk baru reward tim solid. Solo queue ok setelah Bronze, tapi awal cari grup untuk belajar synergy.
Kesimpulan
Kesalahan umum seperti hot drop greed, abaikan audio, ranked prematur, dan no comms bikin pemula stuck rendah rank, tapi mudah dihindari dengan latihan Firing Range, pubs dulu, dan fokus timwork. Di season 27, meta hybrid aggro-defensif reward positioning pintar dan legend fleksibel – mulai dengan Bangalore atau Lifeline untuk forgiving play. Review replay tiap match untuk spot error, tonton pro stream, dan grind Mixtape untuk mechanics. Hindari ini, win rate naik, frustasi turun, dan Apex jadi fun kompetitif. Dari pemula ke threat, tinggal konsisten – selamat bertarung!



Post Comment