Alasan Game Hades Jadi Favorit Pecinta Roguelike
Alasan Game Hades Jadi Favorit Pecinta Roguelike. Game Hades tetap jadi favorit utama pecinta roguelike di akhir 2025 ini, bahkan setelah rilis lengkap sekuelnya yang justru membuat banyak pemain kembali ke original. Dirilis pertama kali pada 2020, Hades berhasil mengubah persepsi bahwa roguelike harus punya cerita tipis dan repetitif. Kombinasi gameplay cepat, narasi mendalam berbasis mitologi Yunani, serta progres yang adiktif membuatnya tak hanya roguelike terbaik, tapi juga salah satu game paling berpengaruh dekade ini. Loop “one more run” yang ikonik bukan lagi sekadar tantangan, tapi perjalanan emosional bersama Zagreus dan keluarga dewa yang rumit. BERITA BOLA
Gameplay Cepat yang Responsif dan Variatif: Alasan Game Hades Jadi Favorit Pecinta Roguelike
Alasan terbesar Hades disukai adalah combat isometric yang super responsif dan penuh variasi. Zagreus punya dash yang membuatnya kebal damage sementara, dash-strike jadi core mechanic yang bikin pertarungan terasa fluid dan agresif. Enam senjata Infernal Arms – dari pedang klasik hingga railgun – masing-masing punya Aspect unik yang ubah gaya bermain drastis. Boon dari dewa Olimpus datang secara acak tapi sinergis: Zeus lightning chain, Poseidon knockback, Ares Doom, hingga duo boon langka seperti Sea Storm atau Heart Rend yang bisa one-shot boss. RNG tetap ada, tapi Mirror of Night dan Pact of Punishment beri kontrol progres permanen. Hasilnya, setiap run terasa segar meski mati berulang kali – pecinta roguelike suka karena skill nyata menang atas keberuntungan semata.
Narasi Mendalam yang Berkembang Tiap Run: Alasan Game Hades Jadi Favorit Pecinta Roguelike
Berbeda dari roguelike lain yang narasinya statis, Hades punya cerita hidup yang maju melalui dialog setelah setiap kematian. Zagreus ingin kabur dari Underworld untuk cari ibunya Persephone, tapi tiap gagal balik ke House of Hades justru buka percakapan baru dengan Hades, Nyx, Achilles, Thanatos, atau Megaera. Ribuan baris dialog voiced acting brilian ungkap dinamika keluarga dewa: Zeus genit, Demeter penuh dendam, Athena bijak. Codex dan keepsake tambah lore mitologi Yunani yang akurat tapi dengan twist segar. Pemain bukan hanya farming upgrade, tapi juga farming hubungan – romansa optional dengan Thanatos atau Dusa, persahabatan dengan Sisyphus. Ending sejati dan epilog “reunion” beri closure emosional yang jarang ada di genre roguelike.
Replayability Tinggi dan Aksesibilitas Ramah
Hades punya replayability tak terbatas lewat Heat system – modifier kesulitan hingga 64 level yang beri reward kosmetik dan Titan Blood. Speedrunner push sub-10 menit, casual player nikmati God Mode yang kurangi damage secara bertahap. Update gratis tambah senjata Aspect hidden seperti Guan Yu Spear atau Beowulf Shield yang ubah meta. Musik Darren Korb yang epik, art hand-drawn indah, serta voice acting kelas atas bikin imersi total. Di 2025, Hades tetap relevan karena aksesibilitasnya: pemula bisa clear dalam 20-30 run, veteran tantang diri di Heat tinggi. Tak ada paywall atau grind berlebih – progres terasa meaningful, membuat pecinta roguelike betah ratusan jam tanpa bosan.
Kesimpulan
Hades jadi favorit pecinta roguelike karena berhasil gabungkan gameplay cepat responsif, narasi mendalam yang hidup, dan replayability tinggi dalam satu paket sempurna. Bukan lagi sekadar “mati lalu ulang”, tapi perjalanan emosional Zagreus yang bikin pemain peduli pada setiap karakter dewa. Di akhir 2025, dengan sekuel yang lanjutkan formula ini, Hades original tetap jadi benchmark genre – bukti roguelike bisa punya hati, cerita kuat, dan tantangan adiktif sekaligus. Tak heran jika “one more run” jadi mantra abadi bagi jutaan pemain di seluruh dunia.



Post Comment